Kita seperti tali
yang bisa terputus saat bertemu gunting
Kita seperti paket
yang bisa berantakan oleh tangan-tangan jail
Kita seperti
tumpukan kertas yang bisa melebur panas oleh kejamnya api
Kita seperti mata
sangat rentan debu yang membutakan
Bola-bola mata yang
sipit apabila tergelagak oleh tawa
Juga cengiran khas
ketika merasa malu oleh cemoohan bercanda
Sahabatku
kepercayaanku,
Mungkin kita telah
memisahkan garis
Bertahap mencari
kehidupan baru
Yang akhirnya buta
oleh kesenangan sematanya
Sahabatku yang
ceria,
Kutau kini tawamu
bukan lagi disebabkan olehku
Yang biasa
menceritakan kejadian hebatku
Tetapi sekarang
dari mereka, orang-orang masamu kini
Sahabatku yang
penyendu,
Mungkin bukan
rangkulan khasku yang memelukmu
Saat kamu merasa
jatuh ataupun kecewa
Tapi lagi-lagi dari
mereka
Sahabatku yang
penyayang,
Mungkin bukan aku
lagi yang kau tinggikan
Saat aku terjatuh
ataupun terabaikan
Sahabatku yang
mengenalkanku
Mungkin bukan lagi
aku yang kau rangkul
dan kau banggakan
saat kau mengenalkan
sosokku kepada mereka
Tapi tak apa
Tawamu yang kau
bagikan kepada mereka
Pernah menjadi
milikku
Tawamu selalu
menghidupkan waktuku
Dulu...
Tak apa
Walaupun kita
bercabang
Tapi kenangan masih
tersusun
Dalam sebuah buku
maupun memorimu
Yang entah telah
kau lenyapkan dalam pikiranmu
Yang entah telah
tergantikan oleh yang lebih menarik
Yang entah....
Entahlah...



0 komentar:
Posting Komentar