Sabtu, 09 November 2013

Posted by poemtomystar On 20.15
 
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. 
 
 

Menceritakan kehidupan Borno, pemuda Pontianak yang lahir dari keluarga biasa saja. Ayahnya meninggal saat dia berusia 12 tahun dan selama hidupnya ia hidup hanya berdua dengan ibunya di pinggir Sungai Kapuas.

Borno digambarkan sebagai pemuda berhati lurus dan sangat menghormati para senior di desanya. Sewaktu dia lulus SMA, dia tidak punya uang untuk melanjutkan kuliah. Namun Borno pantang menyerah. Dia bekerja serabutan mengumpulkan uang demi bisa menggapai mimpinya itu. Termasuk menjadi pengemudi sepit.

Sepit (dari kata "speed") adalah perahu spesial yang dijadikan angkutan umum dalam menyeberangi Sungai Kapuas. Pengemudinya biasanya sudah melakukan pekerjaan itu bertahun-tahun dan bergabung dalam kelompok persatuan pengemudi sepit yang dipimpin Bang Togar. Tidak sembarang orang bisa jadi pengemudi sepit. Borno sendiri harus diuji kesabarannya oleh Bang Togar beberapa kali sebelum akhirnya dia diizinkan masuk dalam organisasinya. 

Muncullah Mei, gadis cantik misterius bermata sendu menawan. Perkenalan Borno dengan gadis itu diawali dengan sepucuk angpau merah yang dijatuhkan Mei secara sengaja di dasar sepit. Awalnya Borno mengira itu adalah surat yang tertinggal. Tapi ternyata amplop itu adalah angpau yang berarti isinya uang untuk membayar servis sepit si Borno. 

Dari situlah kisah cinta Borno dimulai. Dia mulai menyelidiki waktu yang tepat saat Mei naik sepit di pagi hari. Pokoknya Borno mau Mei naik sepitnya, yang berarti dia harus berada di antrian ke-13 setiap paginya. Walaupun begitu, hampir tidak ada pertukaran kata di antara keduanya. 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini hanya kisah sederhana. Mulai dari Koh Acong, Cik Tulani, Andi, Bang Jauhari, dan Pak Tua. Terutama Pak Tua dengan segala petuahnya yang lucu-lucu namun mengena. Apalagi terkadang Borno memang suka menanyakan hal yang aneh-aneh. Tapi Pak Tua selalu bisa memberikan jawabannya. 

Menurut saya, kehidupan sehari-hari Borno adalah daya tarik terbesar dari cerita ini. Interaksinya dengan para pengemudi sepit, dengan Pak Tua, dengan Andi sahabatnya yang konyol, dengan Mei, dan entah berapa banyak orang yang muncul dalam kehidupan seorang Borno. Rasanya sangat menyenangkan membaca kehidupan "meriah" Borno yang dikeliling oleh orang-orang dari berbagai ras namun semuanya saling rukun dan tidak pernah bercekcok panjang. Persaingan dianggap suatu yang menghibur, perbedaan dianggap sesuatu yang lumrah, dan masalah seseorang dipecahkan bersama-sama. Walau memang, akhirnya Borno bahkan tidak punya privasi untuk kencan berdua karena banyak yang mau nonton. 


Beberapa quotes yang bisa diambil dari novel ini  :

"Tidak ada yang lebih indah dibanding masa muda. Ketika kau bisa berlari secepat yang kau mau, bisa merasakan perasaan sedalam yang kauinginkan, tanpa takut terkena penyakit fisik atas semua itu. Maka manfaatkanlah dengan baik masa-masa terbaik tersebut.”
 
“Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat sepanjang kalian memiliki sesuatu. Apa sesuatu itu? Tentu saja bukan GPS, alat pelacak, dan sebagainya, sesuatu itu adalah pemahaman yang baik bagaimana mengendalikan perasaan.” 
 
"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”
 
 “Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah namanya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau kau tidak bertemu, berarti bukan jodoh. Sederhana bukan?." 
 
“Kau tahu apa yang bisa dengan segera membuat tampang kusutmu mencair seperi mentega lumer di penggorengan, sebal di hati pergi seperti kotoran disapu air? Sederhana. Kau rubah-rubah sikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika, wajah kau tak kusut lagi.”
 
 "Benci atau suka itu relatif. Lama-lama terbiasa, lama-lama jatuh cinta. Yang benci jadi cinta, yang cinta jadi benci. Begitulah perasaan bisa menyesuaikan diri begitu hebat."“Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.”“Sederhana, Nak. Kau bolak balik sedikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika wajah kau tak kusut lagi. Dijamin berhasil.”
 
 “Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu."
 
"Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru."     
 
"Kalau hati kita sedang banyak pikiran, gelisah, ingatlah kita selalu punya teman dekat. Mereka bisa jadi penghiburan, bukan sebaliknya diabaikan. Nah, itulah tips terhebatnya. Habiskan masa-masa sulit kita dengan teman terbaik, maka semua akan lebih ringan."
 
 “Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri. Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Tapi kau masih memiliki separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang paling berharga
 
 “Kalian tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu. Cinta sejati adalah perjalanan. Cinta sejati tidak pernah memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air di laut akan menguap, menjadi hujan turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan anak sungai perasaan, lantas menyatu menjadi Kapuas. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta. Nah, siklus sungai Kapuas ini jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia. Beribu tahun tetap ada disini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal kita? Jangan bilang kematian, bahkan jarak dan waktu sudah bisa memutusnya."    
 
“Jangan sekali-kali kaubiarkan prasangka jelak, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. Dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. Selalulah berharap yang terbaik. Karena dengan berprasangka baik saja, hati kau masih ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau. Aku tahu rasa kecewa, tetapi jangan biarkan terlalu. Aku tahu rasa sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. Esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik." 
 
“Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat, hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang.”  
 
“Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan bakso, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan bakso.”    
 
“Cinta bukan kalimat gombal, cinta adalah komitmen untuk saling mendukung, untuk selalu ada, baik senang maupun duka. Jadi berhentilah sibuk dengan galau perasaan kalau kita sebenarnya bahkan mengurus diri sendiri pun belum bisa. Menentukan mana yang baik, mana yang buruk pun masih egois. Uang jajan pun masih minta dengan orang tua. Lebih baik belajar banyak hal, sekolah yang baik, memahami banyak hal, menaati nasehat orang tua, maka besok lusa, akan tiba sendiri masa-masa tersebut. Masa-masa cinta dengan pemahaman yg baik. Akan tiba dengan sendirinya pangeran yang kalian impikan, puteri-puteri yang kalian dambakan."  
   
“Tahukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan, dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan.” 
 
“Kau tahu, Andi, dari begitu banyak kalimat bijak tentang cinta yang kaucatat berbulan-bulan ini, untuk orang seperti kau, cukup camkan saja kalimat yang satu ini, sisanya lupakan. Camkan cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, Andi. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.”“Kalian tahu, cinta itu beda-beda tipis dengan musik yang indah. Ya, cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti. Walaupun musik usai, hatimu kan slalu menari." 

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana."“Langit selalu mempunyai skenario terbaik, saat belum terjadi maka bersabarlah.“   
 
“Untuk orang-orang yang jujur atas kehidupan, bekerja keras, dan sederhana, definisi cinta sejati akan mengambil bentuk yang amat berbeda, amat menakjubkan”  
 
“Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri.”  "Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus sabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan."
 
"Nasehat atau saran yang baik itu kadang mahal sekali harganya. Bukan karena kita harus membayarnya mahal, banyak nasehat itu justeru gratis. Menjadi mahal karena kita baru mau memahaminya, mendengarnya saat semua sudah terlanjur terjadi."

0 komentar:

Posting Komentar